Tuesday, April 28, 2009

Diskusi Ahad Malam (7)

DISKUSI AHAD MALAM (BA’DA MAGHRIB)
MESJID AL HUSNA KOMPLEKS DEPKES II
JATIBENING

(7)

Ahad 03 September 2006 / 11 Sya’ban 1427


Materi Diskusi : Shalat-sunah sunah yang lain

Rujukan : Buku PEDOMAN HIDUP MUSLIM


Shalat Sunah Tahiyat Mesjid

1. Sabda Rasulullah SAW; ’Bila seseorang dari kamu masuk mesjid, janganlah dia duduk sebelum shalat dua rakaat.’ (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim).

Shalat Dhuha

1. Sabda Rasulullah SAW; ’Sesungguhnya Allah berfirman; ’Hai anak Adam, rukuklah engkau empat rakaat pada permulaan hari, niscaya Aku beri kecukupan bagimu hingga akhir hari.’ (Hadits riwayat Abu Daud dan Tirmizi).

Meskipun disini penekanannya pada shalat Dhuha, ada juga yang berpendapat bahwa empat rakaat pada hadits ini adalah shalat sunah fajar dan shalat subuh karena waktunya disebut di permulaan hari.

2. Hadits lain tentang shalat dhuha, diriwayatkan dari Aisyah r.a. beliau berkata; ’Adalah Rasulullah SAW shalat dhuha empat rakaat dan ia tambah sebanyak yang dikehendaki oleh Allah (sebanyak yang beliau suka). (Riwayat Muslim).

Shalat Sunah Taraweh

1. Sabda Rasulullah SAW; ’Barangsiapa yang melakukan shalat taraweh di bulan Ramadhan atas dasar iman dan ikhlas, akan dimaafkan dosa-dosanya yang telah lalu. (Riwayat Bukhari).

Shalat taraweh boleh dilakukan sendiri-sendiri di rumah, boleh dilakukan berjamaah di mesjid. Boleh dilakukan sebelas rakaat (termasuk witir), boleh dilakukan dua puluh satu rakaat (termasuk witir). Yang penting shalatnya dilakukan dengan tuma’ninah, tidak asal-asalan dan terburu-buru. Dilakukan dengan santai dan diperbanyak zikir di antara setiap shalat. Ada orang yang membagi dua shalatnya, sebahagian dikerjakan berjamaah di mesjid sesudah shalat isya, sebagian lagi dikerjakan sendiri di rumah menjelang sahur.

Shalat sunah wudhu

1. Sabda Rasulullah SAW; ’Tidaklah seorang laki-laki Muslim berwudhu dan menyempurnakan wudhuknya, melainkan Allah mengampuni dosanya antara shalat yang satu dengan yang berikutnya.’ (Riwayat Muslim).

Shalat dua rakaat di mesjid pulang dari bepergian

1. Dalam satu riwayat disebutkan bahwa Ka’ab bin Malik berkata; ’Nabi SAW. Bila pulang dari bepergian terlebih dahulu beliau shalat dua rakaat di mesjid.’ (Riwayat Bukhari dan Muslim)..

Shalat sunah sebelum maghrib

1. Rasulullah SAW bersabda; ’Shalatlah kamu sebelum maghrib. (beliau ucapkan sampai 3 kali). Bagi siapa yang menghendaki.’ (Riwayat Bukhari).

Shalat tobat

1. Sabda Rasulullah SAW; ’Tidaklah seorang laki-laki yang melakukan dosa kemudian bersuci lalu shalat dua rakaat memohon ampun kepada Allah, melainkan Allah mengampuninya.’ (Riwayat Tirmizi).

Shalat sunah istikharah

1. Sabda Rasulullah SAW; ‘Bila salah seorang di antara kamu bingung dalam memilih sesuatu, hendaklah dia shalat dua rakaat, bukan fardhu, kemudian bacalah! ‘Ya Allah sesungguhnya aku memohon petunjuk yang baik dengan pengetahuan-Mu, aku minta agar diberi kekuatan dengan kekuatan-Mu, aku mohon dari karunia-Mu yang agung, karena sesungguhnya Engkau kuasa dan aku tidak mempunyai kekuasaan, Engkau mengetahui, sedang aku tidak mengetahui dan Engkau Yang Maha Mengetahui hal-hal yang ghaib. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa perkara ini (sebutkan perkaranya) baik bagiku, bagi agamaku, bagi penghidupanku dan masa depanku, maka berikanlah ia kepadaku. Dan jika Engkau mengetahui bahwa perkara ini buruk bagiku, bagi agamaku, bagi penghidupanku dan masa depanku, maka jauhkanlah aku daripadanya dan berikanlah kepadaku kebaikan, kemudian jadikanlah aku orang yang rida dengan pemberian-Mu itu.’ (Riwayat Bukhari).

Doa ini dibaca diluar dan sesudah shalat.

Shalat sunah hajat

Jika seseorang mempunyai hajat keinginan atau membutuhkan suatu prtolongan mendesak, hendaklah dia shalat dua rakaat lalu sesudah itu bermohon kepada Allah atas hal yang dihajatkannya. Rasulullah SAW bersabda: ’Siapa yang berwudhu dengan sempurna, kemudian shalat dua rakaat dengan sempurna, tentu Allah akan memberikan kepadanya apa yang dimintanya cepat atau lambat.’ (Riwayat Ahmad).

Shalat idul adha dan idul fitri

Shalat dua hari raya, yaitu idul fitri dan idul adha hukumnya sunah muakkad.

Sujud tilawah

Rasulullah SAW bersabda; ’Bilamana anak Adam membaca ayat sajadah, setanpun minggat sambil menangis dan berkata; ’Celakalah aku! Dia diperintah untuk sujud, lalu dia sujud sehingga baginya surga. Sedangkan aku disuruh sujud tetapi aku membangkang sehingga bagiku neraka.’ (Riwayat Muslim).

Bacaan pada waktu sujud tilawah itu adalah;

’Sajada wajhiya lillatzii khalaqahu wa shawwarahu wa syaqqa sam’ahu wa basharahu bi haulihi wa quwwatihi, fatabarakallaahu ahsanul khaaliqiin.’

Artinya; ’Aku sujudkan wajahku kepada Zat yang telah menciptakan dan telah membentuknya, yang telah membukakan pendengaran dan penglihatannya, berkat daya dan kekuatan-Nya. Mahasuci Allah sebaik-baik pencipta.’


Diskusi


1. T. Adakah shalat sunah rawatib yang juga tinggi nilainya seperti shalat sunah fajar yang lebih baik dari dunia seisinya? Bagaimana dengan shalat sunah sebelum asar? Benarkah bahwa shalat asar seperti shalat subuh disaksikan dua malaikat yang ‘aplusan’?

J. Kecuali shalat sunah fajar (qabliyah subuh) yang mendapat penilaian khusus seperti hadits di atas, saya tidak tahu apakah ada lagi di antara shalat sunah rawatib itu yang mempunyai nilai lebih secara khusus.

Shalat sunah sebelum asar digolongkan sebagai shalat sunah ghairi mu’akad, tidak termasuk shalat sunah rawatib (yang dua belas atau sepuluh rakaat seperti dibahas tadi)
Saya juga pernah mendengar keterangan keterangan bahwa malaikat penjaga (Raqib/’Atid?) beraplusan pada waktu asar dan subuh, tapi saya belum menemukan haditsnya.

2. P. Saya pernah membaca hadits bahwa orang yang memelihara semua shalat rawatibnya akan dibuatkan Allah istana di surga.

K. Betul ada hadits itu. Memahami hadits seperti itu seyogianya untuk dijadikan rangsangan agar kita bersemangat dalam beribadah. Tapi jangan sampai kita terlalu hitung-hitungan yang berlebihan dan keliru seperti orang yang sudah pergi haji, dia memahami bahwa dia sudah shalat di mesjidil haram yang nilai satu shalatnya lebih dari 100,000 kali shalat di mesjid lain, lalu sepulang dari haji tidak shalat lagi karena dia merasa amalnya sudah lebih banyak dari orang yang belum pergi haji. Ini jelas keliru.

3. T. Pada waktu hari raya wanita yang berhalangan / haidpun di anjurkan untuk datang ke lapangan. Apakah untuk ikut shalat atau meramaikan saja? Kalau tidak iku shalat apakah itu tidak mengganggu?

J. Hanya untuk meramaikan untuk syiar agama. Dan untuk mendengarkan khutbah. Harus diusahakan agar tidak mengganggu, misalnya dengan menempati bagian yang tidak memutus saf wanita yang shalat

4. T. Apakah bedanya shalat hajad dan shalat tahajud?

J. Shalat tahajud adalah shalat malam (qiyamul lail) yang dikerjakan pada malam hari, yang waktunya antara sesudah waktu shalat isya dan sebelum waktu subuh. Shalat tahajud sekurang-kurangnya dua rakaat dan ditutup dengan shalat witir sekurang-kurangnya satu rakaat.

Shalat hajad boleh dilakukan kapan saja ketika ketika kita benar-benar berhajadkan sesuatu dan sangat mengharapkan pertolongan dan campur tangan Allah ketika itu. Saya pernah mendengar cerita tentang seorang dokter yang selalu mengerjakan shalat hajad dua rakaat setiap kali akan mengerjakan operasi.

5. T. Kapan waktu berdoa kalau kita mengerjakan shalat tahajud lebih dari dua rakaat? Apakah sesudah selesai semua shalat, sebelum shalat witir atau sesudah selesai semua shalat termasuk shalat witir?

J. Bisa kapan saja. Bisa setiap selesai shalat dua rakaat (atau empat rakaat) sebelum dilanjutkan dengan shalat berikutnya. Bisa juga sesudah semua shalat tahajud selesai sebelum shalat witir. Bisa juga seselesai semua shalat.

6. T. Bagaimana dengan shalat tobat? Adakah bacaan surah tertentu untuk shalat taobat?

J. Ada yang berpendapat shalat tobat itu tidak ada, dalam arti kata untuk bertobat tidak perlu ada shalat khusus. Dalam setiap shalat sebenarnya kita meminta ampun kepada Allah seperti ketika kita duduk di antara dua sujud dan membaca ’Rabighfirlii’. Untuk bertobat lebih utama kalau kita berdoa sesudah shalat yang manapun, tanpa mengkhususkan dengan shalat tobat, lalu berdoa dengan sungguh-sungguh, bahkan boleh dengan bahasa kita sendiri, untuk meminta ampun kepada Allah dan bertobat.

T. Adakah shalat sunah yang tidak ada namanya? Misalnya bukan shalat sunah rawatib, bukan shalat sunah wudhu, bukat shalat sunah tasbih, yang dapat dilakukan kapan saja waktunya?

J. Disebut shalat sunah mutlaq (jadi ada juga namanya), boleh dilakukan kapan saja kecuali di waktu-waktu yang dilarang untuk shalat seperti sesudah shalat subuh misalnya.

7. T. Bagaimana dengan pendapat tentang amalan-amalan yang dianggap bid’ah ?

J. Bidah artinya amalan yang dibuat-buat yang tidak ada contohnya dari Rasulullah SAW. Mengatakan bahwa amalan seseorang bid’ah harus ada ilmunya agar kita tidak terperangkap kedalam pemahaman ikut-ikutan yang bisa menimbulkan perpecahan. Contoh kecil tentang bagian / gerakan shalat. Misalnya ada orang yang waktu berdiri tidak bersedekap dan ada yang bersedekap. Yang manakah yang akan dikatakan bid’ah? Atau pada waktu duduk tasyahud, ada yang menggerak-gerakan telunjuk ada yang telunjuknya diam. Yang mana yang bid’ah? Hal-hal seperti ini oleh ulama kita disebut sebagai masalah khilafiyah, yang sebaiknya kita penuh toleransi saja menanggapinya. Amalkan sesuai dengan ilmu (pemahaman) yang kita punyai, hormati pemahaman orang yang berbeda dengan kita.

P. Setiap amalan itu seharusnya dilakukan dengan ikhlas. Jangan ada paksaan dan dengan demikian bisa ditingkatkan kwalitas amal.

K. Betul sekali. Kita memang diperintahkan Allah agar ikhlas dalam menunaikan perintah agama semata-mata hanya karena Allah.

T. Menurut hadits dari Siti Aisyah, Rasulullah SAW melakukan shalat sunah sebelum zuhur 4 rakaat. Apakah yang empat rakaat itu terdiri dari dua rakaat sunah tahyatul masjid dan dua rakaat qabliyah zuhur?

J. Tidak ada keterangan seperti itu. Sepertinya keempatnya itu adalah qabliyah zuhur semua. Dari banyak riwayat kita baca bahwa nabi melakukan shalat rawatib (qabliyah maupun ba’diyah) lebih sering di rumah beliau. Hanya saja rumah beliau jaraknya hanya beberapa langkah dari mesjid.


Wallahu a’lam

No comments:

Post a Comment