Tuesday, May 19, 2009

Diskusi Ahad Malam (14)

DISKUSI AHAD MALAM (BA’DA MAGHRIB)
MESJID AL HUSNA KOMPLEKS DEPKES II
JATIBENING

(14)

Ahad 4 Maret 2007 / 15 Shafar 1428


Materi Diskusi : Iman Kepada Azab Dan Nikmat Kubur

Rujukan : Buku PEDOMAN HIDUP MUSLIM



1. Kematian, derita kematian dan azab sesudah kematian

Dalil-dalil Nakli

a. Allah memberitahukan kepada kita melalui firman Nya:

‘Kalau kamu melihat ketika para malaikat itu mencabut jiwa orang-orang yang kafir seraya memukul muka dan belakang mereka (dan berkata): ‘Rasakanlah olehmu siksa neraka yang membakar (tentulah kamu akan merasa ngeri).’ Demikian itu disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri. Sesungguhnya Allah sekali-kali tidak menganiaya hamba Nya.’ (Al Anfal (8) ayat 50-51).

Dalam ayat lain Allah berfirman;

‘…Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang zalim dalam tekanan-tekanan sakratul maut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya (sambil berkata): ‘Keluarkanlah nyawamu. Di hari ini kamu dibalas dengan siksaan yang sangat menghinakan, karena kamu selalu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayat Nya.’ Dan sesungguhnya kamu datang kepada Kami sendiri-sendiri sebagaimana kamu Kami ciptakan pada mulanya, dan kamu tinggalkan di belakangmu apa yang telah Kami kurniakan kepadamu, dan Kami tiada melihat besertamu pemberi syafaat yang kamu anggap bahwa mereka itu sekutu-sekutu Tuhan di antara kamu. Sungguh telah terputuslah antara kamu dan telah lenyap daripada kamu apa yang dahulu kamu anggap (sebagai sekutu Allah).’ (Al An’am (6) ayat 93-94).

Dalam ayat lain Allah berfirman;

‘Kepada mereka dinampakkan neraka pagi dan petang, dan pada hari terjadinya kiamat. (Dikatakan kepada malaikat) : Masukkanlah Firaun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras.’ (Al Mukmin (40) ayat 40).

b. Sabda rasulullah SAW tentang nikmat dan azab kubur;

‘Sesungguhnya seorang hamba tatkala dibaringkan dalam kuburnya, lalu ditinggalkan oleh para pengiringnya, maka saat ia masih mendengar bunyi sandal mereka, datanglah dua malaikat lalu duduklah di dekatnya dan berkata kepadanya; Dahulu kamu mengatakan apa kepada laki-laki ini? (Maksudnya kepada Muhammad). Jika orang Mukmin, ia akan berkata; Saya bersaksi bahwa dia hamba Allah dan Rasul Nya. Lalu dikatakan kepadanya, lihatlah tempatmu di neraka, kini Allah tukar tempatmu dengan tempat di surga. Maka orang itu melihat tempatnya di neraka dan di surga. Jika yang mati itu orang munafik atau orang kafir, maka malaikat berkata kepadanya; Dahulu kamu mengatakan apa kepada orang ini? Maka ia berkata; Saya tidak tahu, aku hanya mengatakan apa yang dikatakan orang kepadanya. Lalu dikatakan kepada orang itu; Engkau tidak akan tahu dan engkau tidak mengikutinya. Kemudian orang itu dipukul dengan martil sekeras-kerasnya. Maka menjeritlah orang itu sekeras-kerasnya, sehinga didengar oleh makhluk di sekitarnya kecuali oleh jin dan manusia.’ (Hadits riwayat Bukhari).

Sabda Rasulullah pula;

‘Apabila seseorang di antara kamu mati, maka kepadanya akan diperlihatkan tempatnya (di akhirat) pagi dan petang. Bila dia ahli neraka, maka diapun akan menjadi penghuni neraka, lalu dikatakan kepadanya, ‘inilah tempatmu sampai Allah membangkitkannya pada hari kiamat.’ (Riwayat Bukhari).

Sabda Rasulullah SAW doa beliau;

‘Allahumma innii a’uutzubika min ‘atzaabil qabri wa min ‘atzaabin naari wa min fitnatil mahyaa wal mamaati wa min fitnatil masiihid dajjaal.’

‘Ya Allah, aku berlindung kepada Mu dari siksa kubur, dari siksa api neraka dan dari fitnah kehidupan, fitnah kematian dan dari fitnah dajjal.’ (Riwayat Bukhari).

Sabda Rasulullah ketika beliau melalui dua kuburan;

‘Kedua orang dalam kubur itu lagi disiksa. Mereka disiksa bukan karena dosa besar. Lalu sabda Nabi lagi; Benar, yang satu karena dosa mengadu domba (antara orang) dan yang seorang lagi karena tanpa penghalang ketika buang air kecil.’ (Riwayat Bukhari).

2. Dalil-dalil Akli;

a. Imannya seorang hamba kepada Allah, malaikat-malaikatNya dan hari kiamat, mengakibatkan pula harus beriman kepada siksa kubur, nikmat kubur dan kepada hal-hal yang akan terjadi pada hari kiamat nanti. Karena semua itu termasuk soal-soal yang gaib. Brangsiapa beriman kepada sebahagian secara rasional harus pula beriman kepada bagian yang lain.

b. Soal azab kubur, nikmat kubur dan pertanyaan dua malaikat tidak ditolak oleh akal sehat. Bahkan akal menetapkan dan menerimanya.

c. Seseorang yang sedang tidur bermimpi, kadang-kadang bermimpi sesuatu yang menyenangkan sehingga ia merasakan kenikmatan pada dirinya. Namun waktu bangun dia menyesal karena itu hanya mimpi. Demikian pula orang yang bermimpi buruk, bersyukur bahwa kejadian itu hanya mimpi. Keadaan di alam kubur itu lebih kurang tercerminkan seperti itu dan berlangsung selamanya sampai hari kiamat.


2. Diskusi


1. T. Benarkah kalau mayat sudah dikafani lalu terkena airmata keluarga yang menangisinya akan menjadikan mayat itu tersiksa?

J. Tidak ada dalil untuk keterangan seperti itu. Yang nyata jika mayat sudah dikafani, sudah siap untuk dishalatkan dan dikuburkan tidak perlu dicium-cium dan ditangisi lagi karena ciuman dan tangisan itu tidak ada maknanya lagi baik bagi mayat maupun bagi yang menangisi.

2. T. Menurut riwayat Nabi SAW pernah menancapkan pelepah kurma yang masih basah di kuburan orang yang menurut nabi sedang disiksa. Apakah siksaan itu akan berhenti karena ditancapi pelepah kurma itu dan kalau ia apakah untuk seterusnya tidak ada lagi azab bagi penghuni kubur itu?

J. Yang saya dengar Nabi berdoa agar siksaan ahli kubur itu di kurangi selama pelepah itu masih hijau (basah). Pelajaran bagi orang yang beriman, bahwa siksa kubur itu ada. Nabi mendengar dan mengetahuinya lalu mengabarkannya kepada sahabat beliau. Kita sebagai umat beliau tentu juga beriman dengan apa yang beliau sampaikan, bahwa mayat disiksa dalam kubur karena dosa-dosanya.

3. T. Ketika berziarah kubur kita disunahkan mengucapkan salam kepada ahli kubur. Apakah itu juga akan mengurangi siksa ahli kubur?

J. Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW diriwayatkan bahwa beliau mengajarkan apabila pergi berziarah kubur supaya membaca; Assalaamu’alaikum ahlad diyaar minal mukminiin wal muslimiin, wa inaa insya Allah ta’aala bikum laahiquun, nasaluLlaha lanaa wa lakumul ’aafiyah. (Artinya; Semoga keselamatan atas kalian wahai ahli kubur dari golongan mukminiin dan muslimiin, dan kami jika dikehendaki Allah Ta’ala aka menemui kalian, kami mintakan kepada Allah keselamatan untuk kami dan untuk kalian. (Riwayat Muslim). Ini adalah adab dan doa kita yang masih hidup untuk ahli kubur yang mudah-mudahan Allah mengabulkannya. Namun yang lebih penting adalah peringatan kepada kita yang berziarah bahwa kita satu saat pasti akan jadi ahli kubur pula.

4. T. Menurut riwayat dikatakan bahwa ketika ruh dicabut sakitnya luar biasa. Bagaimana dengan orang yang mati secara cepat akibat kecelakaan misalnya apakah dia juga merasakan sakit yang luar biasa ketika sakratul maut?

J. Saya juga pernah membaca keterangan seperti itu. Repotnya tidak ada orang yang kembali dari kematian untuk memastikan hal tersebut. Tapi kalau Nabi pernah mengatakan bahwa sakratul maut itu sangat sakit saya rasa kita beriman saja. Bahwa orang yang mati secara cepat itukan untuk pengamatan kita yang hidup, sedangkan kematiannya itu tetap berproses. Kita diajarkan untuk membaca doa dalam zikir kita sebagai berikut; Allahumma innaa nas aluka salamaatan fiddiin, wa’aafiyatan fil jasaad, wa ziyaadatan fil ’ilmi, wa barakatan firrizqi, wa taubatan qablal maut, wa rahmatan ’indal maut wa maghfiratan ba’dal maut, Allahumma hawwin ’alaina fii sakaraatil maut, wa najaatam minannaar, wal’afwa ’indal hisaab. (Artinya, Ya Allah kami memohon kepada Mu keselamatan dalam beragama, keafiatan dalam tubuh, keluasan dalam ilmu, keberkatan dalam rezeki, kesempatan bertaubat sebelum mati, kerahmatan pada saat mati, keampunan sesudah mati. Ya Allah berilah kemudahan kepada kami ketika sakratul maut, dan terhindar dari api neraka, dan kemaafan saat dihisab.



Wallahu a’lam

No comments:

Post a Comment