DISKUSI AHAD MALAM (BA’DA MAGHRIB)
MESJID AL HUSNA KOMPLEKS DEPKES II
JATIBENING
(18)
Ahad 15 April 2007 / 28 Rabiul Awal 1428
Materi Diskusi : Wali-wali Setan dan Kesesatannya
Rujukan : Buku PEDOMAN HIDUP MUSLIM
1. Wali-wali Setan
Orang Islam juga percaya bahwa setan memiliki penolong dari kalangan manusia. Setan menguasai mereka lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah. Setan menggoda agar manusia melakukan yang buruk dan menganjurkan kebatilan kepada manusia. Akhirnya mereka buta dan tuli terhadap kebenaran tapi taat dan patuh kepada perintah setan. Setan mendorong mereka kepada kejahatan dan menarik hati mereka kepada kerusakan dengan memanipulasi yang buruk sehingga tampak seolah-olah baik, sampai mereka menganggapnya baik dan menyulap yang makruf sehingga tampak mungkar.
Para penolong setan itu menjadi musuh para wali Allah dengan menyatakan perang kepadanya. Para wali Allah menjadi penolong Allah dan wali setan memusuhi Allah.
Meskipun para wali setan memiliki beberapa keajaiban seperti mampu terbang di udara, mampu berjalan di atas air tapi itu hanyalah merupakan reka perdaya (istidraj) dari Allah bagi mereka yang memusuhi Nya atau bisa juga merupakan pertolongan setan bagi mereka.
Allah memberitahukan mengenai hal para penolong setan itu dengan firman Nya.
Firman Allah; ’.......Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindung mereka adalah thagut (setan), yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka adalah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.’ (Surat Al Baqarah (2) ayat 257).
Pada ayat lain, firman Allah; ’............ Sesungguhnya setan itu membisikkan kepada kawan-kawannya agar mereka membantah kamu, jika kamu menuruti mereka, sesungguhnya kamu tentulah menjadi orang-orang yang musyrik.’.... (Surat Al An’am (6) ayat 121).
Firman Allah dalam Surat Al An’am (6) ayat 128 yang artinya; ’Dan (ingatlah) hari di waktu Allah menghimpunkan mereka semuanya, (dan Allah berfirman); ’Hai golongan jin (setan), sesungguhnya kamu telah banyak menyesatkan manusia.’ Lalu berkatalah kawan-kawan mereka dari golongan manusia; ’Ya Tuhan kami, sesungguhnya sebahagian daripada kami telah dapat kesenangan dari sebahagian (yang lain) dan kami telah sampai kepada waktu yang Engkau tentukan bagi kami.’ Allah berfirman; ’Neraka itulah tempat diammu, sedang kamu kekal di dalamnya, kecuali kalau Allah menghendaki (yang lain)..... ’
Firman Allah pula dalam surat Az Zukhruf (43) ayat 36-37; Barangsiapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan Yang Maha Pemurah (Al Quran), Kami adakan baginya setan menjadi teman akrab (yang menyesatkannya). Dan sesungguhnya setan-setan itu benar-benar menghalangi mereka dari jalan yang benar dan mereka menyangka bahwa mereka mendapat petunjuk.’
Sabda Rasulullah SAW dalam sebuah hadits; ’Apa yang kamu katakan dahulu terhadap kejadian semacam itu di jaman jahiliyah?’ (keadian bintang jatuh). Mereka menjawab; ’Kami mengatakan, ada kematian seorang besar atau kelahirannya.’ Nabi bersabda; ’Bintang itu dilemparkan bukan karena matinya seseorang atau hidupnya seseorang. Tetapi Tuhan jika memutuskan suatu perkara, bertasbihlah para malaikat pemikul ’Arsy. Kemudian bertasbih pula penduduk langit mengikuti mereka. Kemudian diikuti pula oleh yang lainnya sehingga sampailah suara tasbih itu ke seluruh penduduk langit. Lalu penduduk langit bertanya kepada malaikat pemikul ’Arsy; ’Apa yang difirmankan Tuhan kita?’ Maka malaikat itu memberitahu mereka. Kemudian penduduk langit mencari berita itu, hingga berita itu sampai kepada penduduk langit dunia. Dan setan-setanpun mendengarnya, lalu mereka dilempari. Kemudian berita itu disampaikannya kepada pelindungnya. Maka berita yang mereka sampaikan itu benar jika sesuai dengan aslinya, namun mereka selalu menambah-nambahinya.’ (Riwayat Muslim dan Ahmad).
Ketika ditanya tentang kahin (tukang ramal) Rasulullah SAW menjawab dalam sabdanya; ’Mereka itu tidaklah benar’. Orang-orang berkata: ’Benar, tapi mereka mengatakan sesuatu kepada kami kadang-kadang benar.’ Nabi bersabda: ’Kalau ada kata-kata yang benar, itu berasal dari jin yang mencuri dengar, lalu disampaikan ke telinga pelindungnya. Sesudah itu mereka membumbuinya dengan seribu kebohongan.’ (Riwayat Bukhari.)
Sabda Rasulullah SAW pula; ’Sesungguhnya setan itu bisa masuk kedalam aliran darah anak cucu Adam. Maka persempitlah jalannya dengan puasa.’ (Riwayat Muslim).
Ratusan ribu manusia melihat dan menyaksikan tingkah laku setan yang ganjil di setiap waktu dan tempat, sebagaimana hal itu tampak dalam perilaku para pendukungnya. Di antara mereka itu ada yang diberi oleh setan makanan dan minuman, ada yang dipenuhi dan dicukupi kebutuhannya, ada yang diajak bicara tentang yang gaib dan hal-hal yang bersifat gaib, ada yang dibuat kebal terhadap senjata. Berbagai perilaku setan yang kotor itu sampai berhasil masuk dan menodai hati dan jiwa anak Adam dikarenakan oleh sikap anak Adam yang mau terpedaya, mau melakukan berbagai kejahatan dan kerusakan, perbuatan-perbuatan dosa dan sebagainya yang diperintahkan oleh setan kepada mereka.
2. Diskusi
1. T. Pada waktu shalat isya, ketika itu suasana sepi, saya merasa ada orang lain ikut shalat di belakang saya. Tapi setelah selesai shalat saya lihat tidak ada siapa-siapa. Apakah itu hanya halusinasi saja atau memang ada ’seseorang’ ikut shalat di belakang?
J. Bukan tidak mungkin ada seseorang yang memang ikut shalat di belakang. Mungkin saja memang ada orang lain. Tapi kalau yang dimaksud apakah mungkin ada makhluk lain yang ikut shalat, katakanlah misalnya jin, itupun juga mungkin saja sebab jin memang ada yang beriman seperti kita. Bahkan di majelis kita saat ini mungkin saja mereka hadir tapi kita tidak dapat melihat kehadiran mereka.
2. T. Kalau kita berada dekat tempat-tempat tertentu, misalnya di tempat yang oleh sementara orang disebut angker lalu bulu tengkuk kita berdiri, apakah itu normal? Bagaimana caranya mengusir rasa takut ketika berada di tempat seperti itu?
J. Sebagai manusia sangat wajar kita mempunyai rasa takut. Namun hendaknya rasa takut itu jangan sampai mendorong kita kepada perbuatan yang tidak benar. Misalnya karena takut dengan tempat angker, lalu kata orang kita harus menyerahkan sajen ke tempat tersebut, dan kita lakukan demikian. Ini adalah cara takut yang salah. Kalau kita di dera rasa takut sebaiknya dibawa berzikir mengingat Allah, karena tidak ada daya dan kekuatan pada siapapun kecuali dengan izin Allah.
3. T. Ada tempat-tempat angker yang adakalanya menelan korban, seperti laut di sebelah selatan Jawa yang katanya dihuni oleh Nyi Roro Kidul. Apakah jatuhnya korban itu bisa dipercayai sebagai korban Nyi Roro Kidul atau kebetulan saja?
J. Korban dalam bentuk kecelakaan bisa saja terjadi dimana-mana termasuk di laut selatan pulau Jawa. Apakah itu korban dari Nyi Roro Kidul? Apakah Nyi Roro Kidul itu benar-benar ada? Bisa saja dia memang ada dan dari golongan jin, tapi kita tidak usah berurusan dengannya, karena berurusan dengan bangsa jin seperti sabda Rasulullah banyak ruginya bagi kita manusia. Cukuplah kita meminta perlindungan kepada Allah dari gangguan jin dan sebangsanya. Dan kita tidak boleh mempercayai keberadaan Nyi Roro Kidul untuk kemudian mematuhi aturan-aturannya seperti memberikan sesajen, melakukan ritual-ritual tertentu seperti mengirimkan sesajen ke laut selatan. Perbuatan seperti ini termasuk ke dalam tipu daya wali setan dan pengikutnya dan termasuk perbuatan syirik.
4. T. Bagaimana dengan keberadaan hantu dan makhluk halus lainnya? Kadang-kadang konon terlihat seperti makhluk mengerikan seperti leak yang mampu terbang dan bentuknya menakutkan ?
J. Itupun termasuk tipu daya setan dan ilmu-ilmu sihir (ilmu hitam). Ilmu sihir seperti itu sudah ada sejak jaman nabi-nabi. Nabi Musa terpengaruh oleh sihir anak buah Firaun yang melempar tali dan berubah menjadi ular. Timbul rasa takut di hati beliau. Tapi Allah mengingatkan beliau agar tidak usah takut dan memerintahkan nabi Musa melemparkan tongkatnya yang kemudian berubah menjadi ular yang lebih besar dan menelan ular hasil sihir anak buah Firaun tersebut. Kita sekali lagi mesti senantiasa memohon perlindungan kepada Allah agar terhindar dari pengaruh ilmu hitam atau ilmu sihir itu.
5. T. Tapi bolehkah kita mempercayai bahwa ada orang yang mempunyai kemapuan sihir atau ilmu hitam?
J. Boleh percaya bahwa memang ada orang yang punya kemampuan seperti itu. Dan tidak boleh pula kita takabur mengatakan bahwa ilmu sihir orang itu tidak akan mempan kepada kita karena kita seorang yang ahli ibadah misalnya. Cukuplah kita menghindar dari berurusan dengan orang-orang yang punya ilmu sihir atau ilmu hitam itu dan berserah diri kepada Allah.
6. T. Apakah ramalan bintang termasuk perbuatan wali setan?
J. Ya, ramalan bintang itu termasuk perbuatan sesat.
Wallahu a’lam
Wednesday, May 20, 2009
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment