DISKUSI AHAD MALAM (BA’DA MAGHRIB)
MESJID AL HUSNA KOMPLEKS DEPKES II
JATIBENING
(21)
Ahad 13 Mai 2007 / 26 Rabiul Akhir 1428
Materi Diskusi : Tauhid Dalam Ibadah
Rujukan : Buku PEDOMAN HIDUP MUSLIM
1. Tauhid
Orang Islam harus percaya terhadap keuluhiyahan Allah (ke Tuhan an (illaah) Allah) dan percaya pula terhadap kerububiyahan Nya (ke Pemeliharaan (rabb) Allah) atas seluruh alam semesta. Sesungguhnya tidak ada Tuhan selain Allah dan tidak ada pemelihara selain Dia. Seluruh ibadah haruslah hanya bagi Nya semata seperti yang disyariatkan bagi hamba-hamba Nya, sebagaimana seluruh perbuatan dan pengabdian juga hanya diperuntukkan bagi Allah semata. Jika memohon sesuatu maka permohonan itu haruslah kepada Nya, jika meminta tolong, permintaan itu hanya kepada Nya. Semua amal/perbuatan batin seperti takut, berharap, minta tolong, cinta, mengagungkan , bertawakal hanyalah kepada Allah. Begitu pula dengan amal lahir seperti shalat, zakat, puasa haji dan jihad, semua itu hanyalah bagi Allah.
2. Dalil-dalil Nakli
Allah memerintahkan agar kita bertauhid dalam beribadah seperti disebutkan dalam firman Nya; ’....tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku.....’ (Surat Thaha (20) ayat 14).
Begitu juga dengan firman Allah ; ’Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dan orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertakwa. Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezeki untukmu, karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah padahal kamu mengetahui.’ (Al Baqarah (2) ayat 21 – 22).
Dan pada ayat yang lain, ’Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan melainkan Allah....’ (Surat Muhammad (47) ayat 19).
Allah memberitahukan tentang keharusan mengesakan Allah dalam beribadah. Firman Allah; ’Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada setiap umat (untuk menyerukan); Sembahlah Allah, dan jauhilah thagut itu....’ (Surat An Nahl (16) ayat 36.
Dan firman Nya; ’Dan Kami tidak mengutus seorang rasulpun sebelum kamu, melainkan Kami wahyukan kepadanya, bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku.’ (Surat Al Anbiya’ (21) ayat 25)
Dan firman Allah; ’Dia menurunkan para malaikat dengan (membawa) wahyu dengan perintah Nya kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba Nya (yaitu), peringatkanlah olehmu sekalian bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, maka hendaklah kalian bertakwa kepada Ku.’ (Surat An Nahl (16) ayat 2).
Rasulullah mengemukakan soal tauhid dalam ibadah. Sabda beliau kepada Mu’az tatkala ia diutus ke Yaman; ’Hendaklah yang pertama engkau serukan kepada mereka adalah mengesakan Allah.’ (Muttafaq ’alaih).
Pada hadits yang lain Rasulullah SAW bersabda kepada Abdullah bin Abbas ; ’Apabila kamu meminta, memintalah kepada Allah. Dan bila minta tolong, minta tolonglah kepada Allah.’
Pada hadits yang lain Rasulullah SAW bersabda; ’Sesuatu yang paling aku takutkan padamu adalah syirik kecil. Mereka bertanya; Syirik yang bagaimana itu ya Rasulullah? Sabda beliau; Ialah ria. Allah berfirman pada hari kiamat tatkala manusia dibalas amalnya; Pergilah kepada orang yang kamu berbuat ria di dunia. Dan perhatikanlah, apakah kamu memperoleh pahala dari mereka.’ (Riwayat Ahmad).
Sabda Rasulullah SAW; ’Barangsiapa bersumpah dengan selain Allah, musyriklah dia.’ (Riwayat Tirmizi).
Dan sabda Rasulullah SAW pula; ’Bukankah mereka menghalalkan bagimu apa yang diharamkan Allah lalu kamu menghalalkannya. Dan mereka mengharamkan apa yang dihalalkan Allah, lalu kamu mengharamkannya pula. Mereka menjawab benar. Nabi bersabda; Itulah ibadah kepada mereka.’ Hadits ini diucapkan Nabi SAW kepada Adi bin Hatim tatkala membaca firman Allah; ’Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahibnya sebagai tuhan selain Allah....’ (At Taubah (9) ayat 31. Adi berkata; Ya Rasulullah, kami tidak beribadah seperti mereka.’ (Riwayat Tirmizi).
Sabda Rasulullah SAW; ’Azimat, tangkal dan jampi-jampi adalah syirik.’ (Riwayat Ahmad dan Abu Daud).
3. Dalil-dalil Akli
a. Hanya Allah sendiri yang menciptakan, memberi rezeki, mengatur dan merencanakan. Maka manusia wajib beribadah hanya kepada Allah saja. Tidak ada sekutu bagi Allah dalam hal ibadah.
b. Semua makhluk dipelihara oleh Allah dan mereka (makhluk itu) membutuhkan Nya. Mereka tidak layak beribadah kepada selain Allah.
c. Apapun yang dimintai perlindungan, diseru, dimintai pertolongan selain Allah tidak mampu mengabulkan seruan , memberi pertolongan dan menolong tanpa seizin Allah.
2. Diskusi
1. T. Bagaimana hukumnya memakai ayat Al Quran yang dibungkus sebagai azimat?
J. Seperti dijelaskan oleh hadits Rasulullah di atas, perbuatan itu termasuk syirik.
2. T. Bagaimana kalau kita mengamalkan dan membaca ayat al Quran dan meyakini bahwa dengan bacaan itu kita mempunyai keistimewaan misalnya tidak bisa dilihat orang?
J. Keyakinan seperti itu juga cenderung keliru. Ayat-ayat al Quran bukanlah merupakan jampi-jampi untuk mengelabui pandangan orang lain. Kalau memang ada perlunya kita tidak terlihat oleh orang lain maka lebih baik kita mohonkan langsung kepada Allah agar kiranya Allah melindungi kita dari pandangan orang. Lalu sesudah bermohon itu kita membaca ayat al Quran itu boleh-boleh saja. Seandainya kita memang jadi tidak terlihat oleh orang lain mudah-mudahan itu berkat doa kita dikabulkan Allah bukan karena kita membaca ayat al Qurannya.
3. T. Ada orang yang meletakkan tulisan ayat Kursiy di dinding dengan harapan dengan adanya ayat tersebut diletakkan seperti itu, maka rumah itu akan terlindung dari malapetaka. Bagaimana dengan keyakinan seperti ini?
J. Keyakinan seperti ini keliru. Yang akan melindungi siapa saja dari malapetaka tidak ada selain Allah. Tulisan ayat Kursiy itu tidak mempunyai kemampuan untuk melindungi.
4. T. Bolehkah kita memasang foto atau lukisan orang shaleh untuk mengingat jasanya? Bagaimana pula dengan memajang patung-patung sebagai hiasan?
J. Ada hadits Rasulullah yang mengatakan bahwa orang yang melukis makhluk hidup itu nanti di akhirat akan disuruh Allah memberi nyawa kepada lukisannya itu. Dan ada hadits yang lain yang mengatakan bahwa malaikat rahmat tidak mau masuk kedalam rumah yang didalamnya ada lukisan makhluk hidup. Foto, yang mungkin diperlukan boleh saja dimiliki tapi sebaiknya tidak untuk dipajang sehubungan dengan keterangan bahwa malaikat rahmat tidak mau memasuki rumah yang di dalamnya ada lukisan. Begitu juga dengan patung-patung, tidak ada perlunya dijadikan hiasan bagi orang-orang beriman karena sangat mungkin mengganggu kepada nilai keimanan. Bagaimana nanti kalau suatu ketika shalat padahal di lemari di hadapannya ada patung. Tentu tidak baik yang demikian.
5. T. Ada orang yang punya kemampuan supra natural misalnya dia mampu menerbangkan makhluk-makhluk yang seram bentuknya seperti leak. Bagaimana hukumnya mempercayai yang demikian?
J. Itu adalah perbuatan sihir dan seharusnya kita minta perlindungan kepada Allah dari hal-hal yang seperti itu. Ilmu sihir itu ada. Bahkan seorang nabi seperti Nabi Musa juga bisa dikelabui mata beliau oleh sihir ketika anak buah Firaun melemparkan tali yang lalu terlihat seperti ular. (Baca Surat Thaha (20) ayat 66 – 67 – 68). Bahwa ada orang yang berkemampuan ilmu sihir itu adalah fakta. Dan ketika kita berdekatan dengan hal seperti itu secara tidak kita harapkan segeralah minta perlindungan kepada Allah.
6. T. Bolehkah kita mempercayai ramalan bintang? Atau yang sekarang disebut sebagai fengshui? Bagaimana pula dengan ramalan cuaca?
J. Ramalan bintang atau fengshui itu tidak ada dasarnya dan hanyalah rekaan saja. Mempercayai yang seperti itu syirik. Berbeda dengan ramalan cuaca yang memperhatikan keadaan panas bumi, pengaruhnya terhadap arah angin, terhadap penguapan, terhadap cuaca itu masih bisa difahami sebatas sebuah perkiraan.
7. K. Fengshui itu dilakukan dengan mempelajari posisi rumah secara statistik yang kemudian menyimpulkan bahwa rumah dengan posisi seperti ’ini’ punya kebiasaan seperti ’demikian’. Jadi ada unsur ilmiahnya juga.
J. Perbandingan secara statistik untuk kejadian yang sudah berlalu boleh saja, tapi bukan untuk meramalkan apa yang akan terjadi di waktu mendatang. Meramalkan yang akan terjadi untuk masa mendatang itu yang syirik hukumnya.
Wallahu a’lam
Thursday, May 21, 2009
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment